Kekasihku yang mulia dan penuh dengan cinta yang rupawan
Sesungguhnya aku tak berdaya dalam menulis risalah ini, karena keterbatasan kata, pujian serta cinta yang terucap dari seorang yang sebenarnya belum pantas mengagungkan ketinggian buah dari cinta.
Tapi aku selalu teringat “ jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo’akannya walaupun dia tidak ada disisi kita “, apapaun itu yang jelas buah cinta yang semakin lama semakin berkembang, tak ubahnya seperti kilauan matahari yang selalu bersinar mengiringi cinta kasih kita berdua.
Jika aku mengingat kata penyair “ cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih menjadi emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat “. Ibarat hati ini menjerit dan berteriak, bukti bahwa diriku menginginkan yang terbaik bagi diriku yaitu dirimu. Jadi…aku gak ingin jika suatu hari nanti kau tinggalkan aku laksana siang yang meninggalkan malam.
Bukannya aku memujimu…tapi hendaklah kau tau bahwa tak ada orang yang terlalu miskin sehingga tidak bisa memberikan pujian pada orang yang berharga dihidup kita.
Cinta adalah keabadian… dan kenangan adalah hal yang terindah yang pernah dimiliki. Kenangan yang begitu berarti tidak akan pernah hilang dalam sanubariku. Karena dalam kenangan kita, ada kasih sayang, benci, cinta serta pengorbanan. Atau kita akan menjadi bodoh,dungu, dan sinting dengan melepasnya?
Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu objek yang bias dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya bisa dirasakan melalui hati dan perasaan.
Dan sampai kapanpun itu, aku berharap masih bisa bersamamu, meskipun di ujung dunia ini.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan hati yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak cinta menjadi pemimpin kasih sayang. Inilah dasyatnya cinta.
Jadi apapun yang terjadi nanti, besok, lusa atau kapanpun itu aku ingin kita selalu bersama. Dalam keadaan susah maupun senang serta selalu mendekatkan cinta sejatiNya bersama-sama kita raih keutamaan cinta Allah.
Untuk yang terakhir kali aku berucap,”jangan jadikan semua cinta yang telah kita peroleh sebagai incaran puncak, akan tetapi perjuangkan cinta menjadi lebih puncak. Karena cinta itu sebuah struggle untuk meraih kenikmatan dan bunga dari cinta yang gak akan pernah bisa dibeli oleh uang dan kenikmatan dunia lainnya.
Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cinta itulah yang sukar diperoleh.
Dari wanita yang terlalu sering berbuat salah padamu.
Yang hanya bias berucap kata yang jauh dari sempurna sebagai ungkapan cintaku yang tinggi.
Siti intamaroh bintu sampurno
Tidak ada komentar:
Posting Komentar